MEDAN –
Program KUPAS TUNTAS TVRI Sumatera Utara* dengan tema “MENGUNGKAP KEJAHATAN BERBASIS AI PADA ANAK” sukses digelar secara LIVE pada Senin malam, 05 Oktober 2026 pukul 17.00 – 18.00 WIB.
Acara yang dipandu Host M. Azril Nasution ini menghadirkan dua narasumber kompeten yakni Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Sumatera Utara *Dr. Andi, S.Kom., SH., MM dan Pakar IT/Akademisi Dr. M. Andri Budiman, ST., M.Comp.Sc., MEM.

Dalam dialog tersebut, Dr. Andi memaparkan ancaman nyata kejahatan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang kini mengincar anak-anak.
“Satu tombol ‘unggah’ bisa berujung petaka saat wajah polos anak jadi incaran predator siber. Kami di LPPA Sumut menemukan banyak foto anak yang awalnya polos di media sosial, diubah menjadi konten asusila palsu (deepfake) hanya dalam hitungan detik menggunakan AI,” tegas Dr. Andi di studio TVRI Sumut, Senin malam.

Menurut Dr. Andi, ada 4 modus utama kejahatan AI pada anak yang harus diwaspadai orang tua:
1. Deepfake Pornografi Anak
2. Grooming melalui Chatbot AI yang menyamar jadi teman sebaya
3. Sextortion / Pemerasan berbasis AI
4. Cyberbullying dengan video palsu
Sementara itu, Pakar IT Dr. M. Andri Budiman menjelaskan secara teknis bagaimana teknologi AI dapat dengan mudah dimanipulasi oleh pelaku kejahatan jika tidak ada literasi digital yang baik.
Ketua LPPA Sumut juga menegaskan pentingnya perlindungan hukum. Ia menyebut payung hukum di Indonesia sudah ada, mulai dari UU Perlindungan Anak, UU ITE, UU TPKS, hingga UU Perlindungan Data Pribadi (PDP), namun penegakan dan edukasi harus diperkuat.
“LPPA Sumut mendorong agar orang tua menerapkan Aturan 3J: Jangan upload wajah polos anak berlebihan, Jangan pakai filter AI sembarangan, dan Jaga akun tetap privat. Anak harus dilindungi di dunia nyata dan dunia digital,” ujar Dr. Andi.
Acara yang berlangsung selama satu jam tersebut mendapat respon positif dari masyarakat yang menyaksikan melalui TVRI Sumut, kanal YouTube, dan live streaming media sosial.
LPPA Sumut berkomitmen akan terus melakukan edukasi digital aman untuk anak di sekolah-sekolah dan komunitas di Sumatera Utara. (red)







































