Dugaan Kasus Baju Seragam Sekolah.Satu Tahun Menjadi Tersangka di Polda Sumut,Mantan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Lubuk Pakam SP3

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:00 WIB

5034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan

Mantan Kepala SMK Negeri 1 Lubuk Pakam Misrayani S. Pd,M.Si kini merasa lega karena status tersangka dirinya selama satu tahun yang ditetapkan penyidik Polda Sumut batal.

Misrayani yang saat ini menjabat Kepala SMK Negeri 1 Dolok Masihul Kabupaten Serdangbedagai, selama ini merasa dizolimi dan dikriminalisasi.Padahal tudingan yang menimpa dirinya dalam pengadaan baju seragam sekolah di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam merupakan ulah atau rekayasa yang dilakukan Desi Novanda oknum Tata Usaha SMK Negeri 1 Lubuk Pakam.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tidak pernah menjanjikan atau melakukan kerjasama dengan oknum Dwi yang berdomisili di Tebingtinggi berkaitan penyediaan pakaian seragam sekolah di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam”,kata Misrayani kepada media di Medan,Minggu (16/8/2026).

Alhamdulillah, kebenaran itu akhirnya terungkap setelah dirinya dengan berbagai usaha sampai ke Mabes Polri. “Status tersangka yang ditetapkan penyidik Polda Sumut kepada dirinya di-SP3 dengan Nomor : S.Tap/Henti/Sidik/358.b/VII/RES.1.11./2026/Ditreskrimum,” ungkap Misrayani. SP3 juga diterbitkan untuk Mis Iriawati merupakan kakak Misrayani.

Perjuangan Misrayani sampai ke Mabes Polri bukan hal yang mudah,tapi demi kebenaran dan nama baik dirinya terpaksa dia lakukan. Sebanyak dua kali pada bulan Februari 2026 dia bolak balik ke Jakarta mengadu dan meminta atensi Mabes Polri karena dirinya sebagai korban penzaliman dan korban kriminalisasi.

Misrayani bersyukur dan menyampaikan banyak terima kasih atas tanggapan Mabes Polri. Di hadapan Misrayani didampingi pengacaranya, Bareskrim Mabes Polri secara langsung melalui teleconference mempertanyakan kasus Misrayani kepada penyidik Polda Sumut.

Misrayani mengungkapkan, dalam pemeriksaan oleh penyidik Polda Sumut, dia membantah masalah pengadaan baju seragam sekolah di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam bukan merupakan inisiatif dirinya sebab dia mengetahui hal itu adalah perbuatan melanggar hukum.

Coba tanya dengan staf Tata Usaha Desi Novanda alias Nova, apakah dia sebagai kepala sekolah pernah menginstruksikan pengadaan baju seragam sekolah tersebut. Kemudian tanya sama Dwi apakah dirinya yang menyuruh Dwi menyiapkan baju seragam sekolah,kata Misrayani.

Belakangan Misrayani terkejut setelah mengetahui dirinya dilaporkan ke Polda Sumut atas kasus penyediaan baju seragam sekolah tersebut.Saat dilaporkan Misrayani tidak lagi menjabat sebagai Kepala SMK Negri 1 Lubuk Pakam sejak tanggal 3 Agustus 2023.

Berkaitan Rp. 200 juta lebih sisa pembayaran baju seragam sekolah yang belum dibayar sehingga dijadikan kasus penggelapan yang dilakukan Misrayani?.

Menurut Misrayani,tudingan ada perbuatan penggelapan sebenarnya tidak ada kaitannya dengan dirinya sebab masalah pengadaan baju seragam sekolah tidak sepengetahuannya.

Misrayani melalui kuasa hukumnya Farid Faturrahman telah melaporkan Desi Novanda dkk ke Polres Deli Serdang dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/275/III/2026/SPKT/Polres Deli Serdang Polda Sumatera Utara tanggal 12 Meret 2026.

Penyidik Polres Deli Serdang saat ini melakukan penyelidikan dalam kasus dugaan terjadinya tindak penipuan dan atau penggelapan diduga dilakukan Desi Novanda dkk sebagaimana dimaksud dalam pasal 492 dan atau pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Misrayani juga menyesalkan tindakan oknum-oknum yang menyatakan dirinya sebagai narapidana padahal dirinya belum menjadi proses hukum hingga dijatuhi vonis pengadilan yang bersifat inkrah.

“Tindakan oknum-oknum yang “memvonis” saya sebagai narapidana merupakan tindakan pencemaran nama baik serta membunuh karakter saya,” tegas Misrayani.

Misrayani akan menyampaikan pengaduan ke Polda Sumut terhadap oknum yang mencemarkan nama baiknya melalui media sosial (medsos) sesuai dengan UU ITE.(cm)

Misrayani (tengah) didampingi pengacaranya membuat laporan ke Bareskrim Polri di Jakarta.

Berita Terkait

Cegah Gangguan Kamtib, Rutan Kelas I Medan Perkuat Kontrol Area Branggang
Atasi Krisis Air di Banten, PTPN IV PalmCo Salurkan 101 Ribu Liter Air Bersih untuk Ribuan KK
Ratusan Warga Ngantre di Dapur Umum GRIB Jaya Medan, Menikmati Makan Siang Gratis
Tembok Gang Anggrek Tantang Pemko Medan: Siapa yang Berkuasa, Hukum atau Tembok?
LPPA Sumut Ungkap Bahaya Kejahatan AI Pada Anak di TVRI Sumut: Satu Tombol Unggah Bisa Berujung Petaka
PEMBERSIHAN KANDANG AYAM OLEH KLIEN PEMASYARAKATAN BAPAS KELAS I MEDAN
Lantunan 30 Juz Bil Ghoib Bergaung di Masjid Al-Jihad Medan, 12 Hafiz Sulaimaniyah Gelar Khotmil Kubro
Ganesha Lahir di Tesso Nilo, Anak Keenam Lisa Jadi Harapan Baru Gajah Sumatera

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Cegah Gangguan Kamtib, Rutan Kelas I Medan Perkuat Kontrol Area Branggang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Atasi Krisis Air di Banten, PTPN IV PalmCo Salurkan 101 Ribu Liter Air Bersih untuk Ribuan KK

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Ratusan Warga Ngantre di Dapur Umum GRIB Jaya Medan, Menikmati Makan Siang Gratis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Tembok Gang Anggrek Tantang Pemko Medan: Siapa yang Berkuasa, Hukum atau Tembok?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:50 WIB

LPPA Sumut Ungkap Bahaya Kejahatan AI Pada Anak di TVRI Sumut: Satu Tombol Unggah Bisa Berujung Petaka

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Lantunan 30 Juz Bil Ghoib Bergaung di Masjid Al-Jihad Medan, 12 Hafiz Sulaimaniyah Gelar Khotmil Kubro

Rabu, 30 September 2026 - 19:43 WIB

Ganesha Lahir di Tesso Nilo, Anak Keenam Lisa Jadi Harapan Baru Gajah Sumatera

Rabu, 30 September 2026 - 12:28 WIB

Kebaikan Terus Mengalir Di Kantor DPC GRIB Jaya Kota Medan,  15 Goni Beras Bantuan Dermawan Perkuat Dapur Umum Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru