RPPAI Ingatkan Aksi Demo Tak Netral, Minta Publik Bijak dan Tak Libatkan Anak

KUPAS TUNTAS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 17:47 WIB

50102 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA I Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (RPPAI) mengeluarkan imbauan penting bagi para orang tua di sejumlah daerah di Indonesia.

Imbauan ini menyusul meningkatnya tensi politik dan gelombang demonstrasi yang terjadi di beberapa kota besar, mulai dari Jakarta, Semarang, Solo, Pati, Grobogan, Bandung, Makassar hingga Yogyakarta.

Ketua Umum RPPAI, Agus Kliwir menegaskan bahwa kondisi saat ini perlu menjadi perhatian serius, terutama dalam hal melindungi anak-anak sekolah dari potensi keterlibatan dalam aksi unjuk rasa.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengingatkan agar orang tua benar-benar mengawasi aktivitas anak-anaknya, mengingat situasi di lapangan rentan menimbulkan risiko.

“Anak-anak tidak seharusnya dilibatkan dalam demonstrasi. Kami mengimbau kepada seluruh orang tua, agar melarang anak-anaknya ikut turun ke jalan.

Selain membahayakan keselamatan mereka, hal itu juga bertentangan dengan prinsip perlindungan anak,” ujar Agus, Sabtu (30/8/2025).

Menurut Agus Kliwir, aksi demonstrasi memang merupakan bagian dari kebebasan berpendapat. Namun, ia menilai belakangan ini banyak aksi yang tidak berjalan netral dan berpotensi menimbulkan kerusakan fasilitas publik.

Kondisi itu justru dapat memicu gesekan antara aparat dan massa di lapangan. “Silakan menyampaikan aspirasi, itu hak setiap warga negara.

Tapi jangan sampai merusak fasilitas negara atau anarkis, apalagi melibatkan anak-anak di bawah umur.

Kami melihat aksi ini tidak sepenuhnya netral, dalam penyampaian pendapat di muka umum,” lanjutnya.

RPPAI juga mendorong aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, agar mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menghadapi gelombang aksi.

Agus Kliwir menekankan, bahwa menjaga stabilitas keamanan tidak harus dengan cara represif, melainkan bisa melalui komunikasi yang baik dan tindakan persuasif.

“Kami mendukung penuh TNI-Polri untuk melakukan pendekatan humanis terhadap massa aksi.

Dengan begitu, aspirasi masyarakat tetap bisa tersampaikan, tanpa harus menimbulkan benturan di lapangan,” imbuh Agus Kliwir

Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif di setiap daerah.

Ketum RPPAI mengingatkan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama.

“Mari kita jaga situasi wilayah, agar tetap kondusif. Orang tua harus tegas melarang anak-anaknya ikut andil dalam aksi demonstrasi.

Kita semua punya tanggung jawab untuk menciptakan kedamaian dan melindungi generasi penerus bangsa,” kata Agus Kliwir.

Dengan imbauan ini, RPPAI berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi dinamika politik nasional, serta tetap mengutamakan keselamatan keluarga, khususnya perempuan dan anak-anak.(red)

Berita Terkait

Momentum Hari Kebangkitan Nasional, Mahasiswa Karawang Ajak Pemuda Jaga Persatuan dan Demokrasi
Wamendagri Membuka Acara Rapat Pimpinan Nasional Asosiasi Keluarga Pers Indonesia ( AKPERSI)
Rakernas I XTC Indonesia: Menguatkan Struktur, Menyatukan Visi
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026
Bangun di Zona Dipersoalkan, Izin Belum Jelas, Bayani Residence Terus Beroperasi Tanpa Kepastian Hukum
Gunakan Fasilitas Negara untuk Akses Perumahan, Bima Land City 3 Terancam Denda hingga Penutupan Jalan
Satu Dekade IKHROM: Hadiah Umroh Warnai Kemeriahan Pertemuan Tahunan Ke-10 di Semarang
Underpass Lebak Sari Dibangun untuk Urai Macet, Kini Disorot Jadi Lokasi Bongkar Muat Truk

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 04:00 WIB

Gunakan Fasilitas Negara untuk Akses Perumahan, Bima Land City 3 Terancam Denda hingga Penutupan Jalan

Kamis, 26 Februari 2026 - 06:26 WIB

Kapolres Cimahi Pimpin Aksi Kemanusiaan Ramadan, Ratusan Takjil Dibagikan untuk Warga dan Pengguna Jalan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:49 WIB

KETIDAKSESUAIAN ADMINISTRASI DAN FISIK PROYEK POKIR RP150 JUTA DI DESA CITAPEN JADI SOROTAN

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:59 WIB

Dugaan Ketidaktransparanan Anggaran: Proyek Rutin Jalan dan Jembatan Wilayah V Jabar Disorot

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:18 WIB

‎Dugaan Penyalahgunaan Anggaran BUMDes di Desa Kerta mulya Mencuat

Sabtu, 27 Desember 2025 - 19:37 WIB

Tanpa Papan Proyek dan Anggaran, Pekerjaan Drainase di RW 13 Cipeundeuy Dipertanyakan

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:50 WIB

Menggugat HAM Sektoral di Bandung Raya: Ikatan Mahasiswa Angkatan Muda Siliwangi (IMA AMS) Desak Pemerintah Selesaikan Krisis Pendidikan, Lingkungan, dan Kesehatan

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:58 WIB

Kritis Hari HAM Sedunia, Soroti Pelanggaran Hak Warga di Jabar

Berita Terbaru