BINJAI
Di balik tembok Lapas Kelas IIA Binjai, berbagai kegiatan pembinaan terus dilakukan untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat.
Salah satunya melalui kegiatan pembuatan tempe, yang menjadi bagian dari pembinaan kemandirian dan pelatihan keterampilan bagi Warga Binaan.
Dimulai dari proses pemilihan dan pencucian kedelai, perebusan, pengupasan, hingga proses peragian dan fermentasi, setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan kebersihan serta ketelitian.
Bukan sekadar membuat makanan, kegiatan ini menjadi proses belajar untuk membangun kedisiplinan, ketekunan, tanggung jawab, serta keterampilan kerja yang dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Mochamad Mukaffi, memberikan apresiasi terhadap semangat dan kesungguhan Warga Binaan dalam mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian ini. Dukungan dan arahan terus diberikan agar program pembinaan dapat berjalan secara produktif, sehingga Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan dan menjadi bekal untuk kehidupan setelah selesai menjalani masa pidana.
Dari bahan sederhana, lahir sebuah proses yang penuh makna.
Karena pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk kembali berkarya, produktif, dan mandiri.
Berkat Arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Direktorat jenderal Pemasyarakatan Republik Indonesia dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara Serta di bawah kepemimpinan kepala Lapas Kelas IIA Binjai, maka terlaksana dengan sukses kegiatan pembuatan tempe, yang menjadi bagian dari pembinaan kemandirian dan pelatihan keterampilan bagi Warga Binaan.
Dan Wujud nyata Lapas Kelas IIA Binjai mendukung 15 Program Asa Cita Presiden.
Tempe Lapas Kelas IIA Binjai
Berkarya Hari Ini, Membangun Masa Depan. (AVID/







































