Meski Tak Lagi Wali Kota, Haji Affan Alfian Bintang Tetap Didoakan dan Dihormati Tukang Becak Subulussalam

KUPAS TUNTAS NEWS

- Redaksi

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:29 WIB

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam– Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan terlihat di kediaman mantan Wali Kota Subulussalam Haji Affan Alfian Bintang SE yang berada di Jalan Malikussaleh, kawasan PU Lama atau yang dikenal dengan Gedung Putih. Puluhan tukang becak (betor) dari berbagai wilayah di Kota Subulussalam datang untuk bersilaturahmi dengan tokoh yang dikenal dekat dengan masyarakat kecil tersebut.

Kedatangan para tukang becak itu disambut dengan hangat oleh Haji Affan Alfian Bintang. Meskipun tidak lagi menjabat sebagai Wali Kota, sosok beliau dinilai masih memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat, khususnya kalangan ekonomi lemah.

Ketua becak Subulussalam, Ramain, mengatakan kedatangan mereka ke kediaman Haji Affan Alfian Bintang sebagai bentuk rasa terima kasih atas perhatian yang selama ini diberikan kepada para tukang becak.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama beliau menjabat sebagai Wali Kota Subulussalam, kami para tukang becak selalu diperhatikan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Bantuan dan perhatian itu sangat berarti bagi kami,” ujar Ramain.

Ia juga menyampaikan bahwa meskipun Haji Affan Alfian Bintang tidak lagi menjabat sebagai wali kota, kepedulian beliau kepada masyarakat tetap dirasakan hingga saat ini.

“Kami datang hari ini karena kami tahu Pak Haji Bintang masih aktif berbagi kepada orang tua jompo, fakir miskin, anak-anak yatim, dan juga kepada para tukang becak. Walaupun beliau tidak lagi menjabat sebagai wali kota, perhatian beliau kepada masyarakat tetap ada,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, para tukang becak yang hadir juga menyampaikan doa dan harapan untuk Haji Affan Alfian Bintang beserta keluarganya.

“Kami seluruh tukang becak yang hadir di sini mendoakan semoga Bapak Haji Affan Alfian Bintang selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dimudahkan rezekinya oleh Allah SWT, dan keluarganya selalu dalam keadaan sehat. Amin,” ucap Ramain yang diamini para tukang becak lainnya.

Sementara itu, Haji Affan Alfian Bintang SE dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kedatangan para tukang becak yang telah menyempatkan waktu untuk bersilaturahmi ke kediamannya.

“Saya sangat berterima kasih atas kedatangan abang-abang semua ke rumah saya. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya bisa bertemu dan bersilaturahmi langsung dengan para tukang becak Subulussalam,” ujar Haji Affan Alfian Bintang.

Ia juga menyampaikan bahwa meskipun dirinya tidak lagi menjabat sebagai Wali Kota Subulussalam, dirinya tetap berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

“Jabatan itu hanya sementara, tetapi silaturahmi dan kepedulian kepada sesama harus tetap kita jaga. Selama saya masih diberi kesehatan oleh Allah SWT, insyaAllah saya akan terus berusaha membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Di akhir pertemuan, Haji Affan Alfian Bintang juga mendoakan agar para tukang becak selalu diberikan kesehatan, keselamatan dalam bekerja, serta rezeki yang berkah untuk keluarga mereka.

Pertemuan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Kehadiran puluhan tukang becak di kediaman Haji Affan Alfian Bintang menjadi bukti bahwa sosok beliau masih sangat dihormati dan dicintai oleh masyarakat, khususnya kalangan pekerja kecil di Kota Subulussalam.[Padak]

Berita Terkait

Kapolres Bersama Forkopimda Simalungun Tinjau Langsung Lima Pos Ketupat Toba 2026, Pastikan Mudik Aman Lancar
Subulussalam | Skandal dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan Jatah Hidup (JADUP) di Desa Siperkas kini memasuki babak serius. Bukan sekadar isu, kasus ini mulai mengarah pada dugaan praktik sistematis yang melibatkan oknum perangkat desa, bahkan menyeret nama Penjabat (Pj) Kepala Desa. Gelombang kemarahan warga terus membesar. Mereka menilai bantuan sosial yang seharusnya menjadi penyelamat justru diduga dijadikan ladang pungli. Salah satu warga, Tanti Armita, secara terang-terangan membongkar dugaan praktik tersebut. Ia menyebut adanya pungutan sebesar Rp800 ribu per Kepala Keluarga (KK) yang diduga dikutip oleh oknum perangkat desa, yakni Samsul Bahri dan Amsah. “Ini bantuan untuk rakyat, bukan untuk dipotong. Kenapa kami harus bayar? Ini sangat meresahkan,” tegasnya. Lebih mengejutkan, Tanti juga mengungkap adanya dugaan arahan langsung yang mengaitkan Pj Kepala Desa Siperkas. “Bahkan kami dibuatkan surat berita acara dan diminta tanda tangan. Dibilang, nanti kalau uang sudah keluar dari kantor pos, langsung setor. Kalau tidak ke dia, langsung saja ke Amsah,” ungkapnya. Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa pungutan tidak berdiri sendiri, melainkan diduga memiliki pola dan mekanisme tertentu. Dokumen yang beredar di masyarakat semakin mempertegas kecurigaan. Dalam surat bertajuk Berita Acara Kesepakatan Bersama Masyarakat, terdapat poin yang menyebutkan kesediaan warga memberikan “uang administrasi” kepada pihak terkait setelah pencairan bantuan. Lebih jauh, dokumen tersebut dilengkapi daftar nama serta tanda tangan warga penerima bantuan. Namun, sejumlah warga mengaku tidak memahami sepenuhnya isi dokumen saat diminta menandatangani—indikasi kuat adanya dugaan manipulasi persetujuan. Jika dihitung, pungutan Rp800 ribu dari 68 KK menghasilkan angka sekitar Rp54,4 juta. Nilai ini bukan lagi kecil, dan memunculkan pertanyaan besar: ke mana aliran dana tersebut? “Ini bukan sekadar kesalahan administrasi. Ini sudah masuk dugaan penyalahgunaan wewenang. Kalau benar, ini pelanggaran serius,” ujar salah satu tokoh masyarakat dengan nada tegas. Situasi kini semakin panas. Warga tidak lagi diam. Sejumlah bukti disebut telah dikantongi, mulai dari dokumen, daftar tanda tangan, hingga rekaman video saat proses penyerahan uang berlangsung. “Kami sudah siapkan bukti. Ini tidak akan berhenti di sini. Kami akan bawa ke ranah hukum,” tegas Tanti. Desakan publik pun mengarah langsung kepada aparat penegak hukum dan Pemerintah Kota Subulussalam untuk segera turun tangan. Transparansi dan keberanian penegakan hukum kini menjadi taruhan. Hingga berita ini diturunkan, pihak Pj Kepala Desa Siperkas belum memberikan tanggapan resmi atas upaya konfirmasi yang telah dilakukan oleh tim awak media. Kasus ini menjadi ujian integritas bagi pemerintahan desa. Di saat rakyat berharap pada bantuan untuk bertahan hidup, dugaan pungli justru menciptakan luka baru. Warga menegaskan sikap: Jika terbukti bersalah, siapapun yang terlibat tanpa terkecuali harus diproses hukum. Karena satu hal yang tidak bisa ditawar: bantuan untuk rakyat bukan untuk diperas. Redaksi: 1kabar.com Syahbudin Padang Wakil Ketua DPW FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara
Kasus Dugaan Korupsi Mantan Kepala Desa Tualang Membuktikan Uang Negara Bisa Hilang Tanpa Bekas
Klarifikasi Lengkap soal Ukuran TPA dan Tiang Beton: Fakta yang Tak Muncul di Media
Bebani Kepala Kampung dengan Setoran, Oknum Camat Sultan Daulat Didesak Transparansi Total
UU ITE, KUHP, dan Kode Etik Jurnalistik Diduga Dilanggar: Warga Desak Penindakan Ramona
Tanggapi Tuduhan Pak Adam Soal Tanah Wakaf, Syahrul SH: Berita Itu Sepihak dan Tidak Dikonfirmasi ke Saya
Program Titipan Kades Bukit Alim Keluhkan: Beberkan, Proyek Drainase Mangkrak dan Honor Perangkat Belum Dibayar

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 09:19 WIB

Koramil 03/Batealit Laksanakan Patroli dan Monitoring SPPG Pekalongan dalam Rangka Gertak

Rabu, 23 September 2026 - 08:47 WIB

Turun ke Sawah, Babinsa Bugel Bersama Petani Perkuat Semangat Ketahanan Pangan

Selasa, 22 September 2026 - 12:22 WIB

Kala Si Jago Merah Mengamuk, Prajurit Satria Citrosomo Pasang Badan Jinakkan Kobaran Api di Jantung Jepara

Selasa, 22 September 2026 - 12:20 WIB

Dandim Bagikan Sembako untuk Warga Kurang Mampu Sambut HUT TNI dan Kodam IV/Diponegoro

Selasa, 22 September 2026 - 11:03 WIB

Asap Hitam di Bumi Kartini: Aksi Gercep Prajurit Yonif 457/Satria Citrosomo Jinakkan Kobaran Api di Pabrik Jepara

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:13 WIB

Komisi III DPRD KBB Mediasi Sengketa Lahan Perumahan Subsidi, Warga Minta Pembangunan Dihentikan Sementara

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Dari Bambu dan Karung Pasir, Warga Ngamprah Pertahankan Aliran Air untuk Sawah dan Kebun

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Batununggal Bergejolak: Warga Tuding Proyek Tower Lebih Mengutamakan Kepentingan Bisnis

Berita Terbaru