Batununggal Bergejolak: Warga Tuding Proyek Tower Lebih Mengutamakan Kepentingan Bisnis

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:52 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPAS TUNTAS NEWS // Kota Bandung – Penolakan keras warga terhadap relokasi pembangunan menara telekomunikasi di Jalan Cileutik RT 04 RW 04, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, semakin memuncak. Warga yang rumahnya berdempetan langsung dengan lokasi proyek menilai pembangunan tersebut mengabaikan keselamatan lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar.

 

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi proyek berada di kawasan permukiman padat, dengan jarak yang sangat dekat terhadap bangunan rumah warga. Gundukan tanah dan aktivitas pekerjaan dinilai menimbulkan keresahan serta kekhawatiran terhadap potensi dampak pada struktur rumah di sekelilingnya.

 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kecemasan warga bukan tanpa alasan. Menurut sejumlah warga terdampak, pembangunan tetap berjalan meski penolakan telah disampaikan dan keluhan mengenai kedekatan proyek dengan bangunan rumah terus disuarakan.

Yang membuat persoalan semakin serius, Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Kota Bandung telah menerbitkan surat resmi bernomor P/HK.09.01/4363-DICIPTABINTAR/VIII/2026 tertanggal 4 Agustus 2026 perihal Himbauan Penghentian Kegiatan kepada pimpinan PT. Solu Sindo Kreasi Pratama.

 

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa penghentian sementara dilakukan menyusul hasil kunjungan Wakil Walikota Bandung dan adanya pengaduan dari warga terdampak terkait kegiatan pembangunan menara telekomunikasi di lokasi tersebut.

Namun, menurut warga, surat penghentian itu diduga tidak diindahkan.

 

“Kami melihat aktivitas proyek masih berjalan seperti biasa. Kalau sudah ada surat penghentian sementara dari dinas, kenapa pekerjaan tetap berlangsung? Ini yang membuat warga semakin kecewa dan marah,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Warga menilai perusahaan terkesan lebih mengutamakan kelanjutan proyek dibanding keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar. Mereka juga mempertanyakan sejauh mana kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan perizinan, terutama terkait bangunan yang berdempetan langsung dengan lokasi proyek.

Beberapa warga mengaku khawatir terhadap potensi dampak penggalian dan pekerjaan konstruksi terhadap pondasi rumah mereka. Mereka meminta pemerintah tidak hanya mengeluarkan surat imbauan, tetapi juga melakukan tindakan tegas apabila benar ditemukan pelanggaran di lapangan.

 

“Jangan sampai aturan hanya jadi kertas tanpa wibawa. Kalau sudah diperintahkan berhenti sementara, seharusnya semua aktivitas dihentikan sampai persoalan dengan warga dan perizinan jelas,” tegas warga lainnya.

Selain itu, warga mengkhawatirkan juga jika tower tersebut suatu runtuh menimpa rumah warga, bahkan jikalau ada korban jiwa, siapa yang akan bertanggung jawab jika ada korban nyawa ataupun insiden yang dapat mencelakai warga sekitarnya.

 

Tambah lagi efek frekuensi terhadap kehidupan atau keselamatan warga, karena menurut penelitian para ahli, memancarkan radiasi non-pengion (non-ionizing radiation) yang tidak membawa energi cukup besar untuk merubah struktur atom atau merusak rantai DNA.

Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa paparan dari menara telekomunikasi tidak berdampak buruk pada kesehatan manusia selama masih di bawah ambang batas aman yang ditentukan.

 

Meskipun demikian, terdapat dua jenis efek potensial yang terus diteliti secara ilmiah :

Efek Termal (Efek Panas)

 Peningkatan Suhu Jaringan: Gelombang radio frekuensi tinggi dapat diserap oleh jaringan tubuh dan memicu kenaikan suhu lokal.

 Ketergantungan Frekuensi: Semakin tinggi frekuensi pemancar (misalnya beralih dari jaringan 3G ke 4G/5G), potensi panas yang dihasilkan secara fisik akan meningkat.

 Standar Keamanan Ketat: Regulasi global membatasi tingkat radiasi ini, contohnya batas maksimal aman sebesar 4.5 Watt/m² untuk frekuensi 900 MHz.

 

Efek Non-Termal (Keluhan Biologis)

Beberapa studi independen menunjukkan adanya sensitivitas gelombang radio elektromagnetik (hypersensitivity) pada sebagian kecil populasi yang tinggal sangat dekat dengan menara, dengan keluhan berupa:

 Gangguan pola tidur atau insomnia.

 Sakit kepala, pusing berputar, dan migrain.

 Kelelahan kronis dan sulit berkonsentrasi.

 Kecemasan berlebih akibat paparan jangka panjang.

Untuk menjaga aspek keselamatan, pembangunan infrastruktur ini wajib mematuhi aturan jarak aman pemukiman serta mendapatkan sertifikasi uji pancaran frekuensi dari otoritas telekomunikasi setempat.

Disisi lain, sikap perusahaan yang diduga tetap menjalankan aktivitas proyek setelah keluarnya surat penghentian sementara kini menjadi sorotan. Warga mendesak Pemerintah Kota Bandung, khususnya Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang, untuk segera turun kembali ke lokasi dan menegakkan aturan secara tegas.

 

Parahnya lagi, menurut warga yang dekat dengan pembangunan tower tersebut, mereka awalnya merasa tidak dilibatkan dalam musyawarah terkait izin pembangunan tower itu. Dan konyolnya kata mereka, pihak PT. Solu Sindo Kreasi Pratama meminta izin dan mencantumkan tandatangan beberapa warga yang jauh dari titik lokasi pembangunan menara, dengan memberikan konpensasi yang beragam nilainya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Solu Sindo Kreasi Pratama belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan warga bahwa aktivitas proyek masih berlangsung meski telah diterbitkan surat penghentian sementara oleh dinas terkait.

**(Tim)**

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

SWI Jabar Pertegas Fungsi Kontrol Sosial, Dorong Keterbukaan Informasi dan Kemitraan Media yang Berkeadilan
Koramil 03/Batealit Laksanakan Patroli dan Monitoring SPPG Pekalongan dalam Rangka Gertak
Turun ke Sawah, Babinsa Bugel Bersama Petani Perkuat Semangat Ketahanan Pangan
Jaga Kondusivitas Karimunjawa, Kodim 0719/Jepara Perkuat Komsos di Kantor KUPP
Kala Si Jago Merah Mengamuk, Prajurit Satria Citrosomo Pasang Badan Jinakkan Kobaran Api di Jantung Jepara
Dandim Bagikan Sembako untuk Warga Kurang Mampu Sambut HUT TNI dan Kodam IV/Diponegoro
Asap Hitam di Bumi Kartini: Aksi Gercep Prajurit Yonif 457/Satria Citrosomo Jinakkan Kobaran Api di Pabrik Jepara
Insiden di Kantor BPN Kota Bandung, Aktivis LSM Tempuh Jalur Hukum dan Serahkan Bukti Medis

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:01 WIB

Lapas Sibolga Panen 65 Kg Pakcoy, Wujudkan Pembinaan Kemandirian Berbasis Ketahanan Pangan

Minggu, 27 September 2026 - 07:53 WIB

Kapolda Riau Pimpin Sertijab Wakapolda, Irwasda, Karo SDM hingga Kapolres Jajaran

Minggu, 27 September 2026 - 06:02 WIB

Lapas Sibolga Gelar Razia Gabungan Bersama APH, 31 Kamar Hunian Diperiksa

Sabtu, 26 September 2026 - 14:52 WIB

Buka Jalan Masa Depan, Lapas Sibolga Fasilitasi Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan

Jumat, 25 September 2026 - 08:17 WIB

Klarifikasi Resmi Isu Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong: Kakanwil Ditjenpas Jabar Sebut Lokasi Tersebut Rumah Dinas Asimilasi

Kamis, 24 September 2026 - 19:34 WIB

DARI KEDELAI, LAHIR KETERAMPILAN!

Kamis, 24 September 2026 - 11:41 WIB

Perkuat Transformasi Digital, PTPN IV Raih Standar Internasional dan Tingkatkan Kematangan Tata Kelola TI

Rabu, 23 September 2026 - 19:03 WIB

Tampil Konsisten, Teh PalmCo Dominasi Penghargaan Utama National Tea Competition 2026

Berita Terbaru