Mesjid Al-Ikhlas di Pengadang Menjadi Pusat Pengajian Anak, Tanamkan Nilai Alquran Sejak Dini

KUPAS TUNTAS NEWS

- Redaksi

Selasa, 29 Juli 2025 - 00:36 WIB

5095 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sanggau, Kalimantan Barat — Di tengah tantangan zaman yang makin kompleks, upaya menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak sejak dini menjadi semakin penting. Di Desa Pengadang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Mesjid Al-Ikhlas tampil sebagai satu-satunya pusat pembelajaran agama anak-anak yang secara rutin dan konsisten menggelar pengajian.

Meski di desa tersebut terdapat tiga masjid—yakni Masjid Al-Ikhlas, Masjid Al-Hasanah di Desa Sotok, dan Masjid Al-Hikmah yang juga berada di Pengadang—namun hanya Masjid Al-Ikhlas yang konsisten mengadakan pengajian khusus bagi anak-anak. Suasana di masjid itu pun lebih semarak dengan kehadiran anak-anak yang setiap harinya belajar mengenal huruf hijaiyah, membaca Juz ‘Amma, hingga menghafal doa-doa harian.

Kegiatan pengajian anak-anak bukan hanya menjadi sarana keagamaan, tapi juga bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak belajar nilai kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, serta membentuk kebiasaan baik seperti disiplin dan cinta ilmu.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang sudah pandai saya minta mengajarkan yang belum mahir membaca Al-Qur’an,” tutur Muhammad Ali, satu-satunya pengajar di masjid tersebut, Senin (28/7). “Ini dilakukan agar mereka juga bisa menggantikan saya suatu saat jika saya berhalangan.”

Muhammad Ali mengajar dengan sabar dan penuh dedikasi. Ia tidak hanya fokus pada pelafalan dan hafalan, tetapi juga membimbing anak-anak memahami makna bacaan mereka. Ia percaya, penguatan nilai sejak dini adalah bekal utama dalam membangun karakter generasi masa depan.

Berbagai penelitian dan pengalaman menunjukkan bahwa mengaji sejak usia dini memberikan dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan anak. Selain memperkenalkan konsep keimanan dan ketuhanan, kegiatan ini juga dapat meningkatkan kemampuan sosial anak, seperti bekerja sama, menghargai sesama, dan berempati.

“Anak-anak itu cepat menyerap, apalagi kalau dilakukan secara rutin. Nanti mereka jadi terbiasa, dan bahkan percaya diri ketika diminta menjadi imam atau memimpin doa,” tambah Ali.

Dalam kegiatan sehari-hari, anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok berdasarkan tingkat kemampuannya. Mereka yang sudah menguasai bacaan Juz ‘Amma, didorong untuk mulai membaca Al-Qur’an secara penuh. Sementara yang masih baru dikenalkan dengan huruf hijaiyah diberikan bimbingan dasar. Selain itu, anak-anak juga diajarkan doa-doa harian dan kisah-kisah nabi sebagai bagian dari materi penguatan iman.

Pengajian di Masjid Al-Ikhlas juga didukung oleh orang tua dan tokoh masyarakat setempat. Mereka menyadari pentingnya lingkungan religius yang sehat sebagai benteng dari pengaruh negatif, terutama di era digital yang rawan dengan konten tidak sesuai usia anak.

Masyarakat setempat berharap agar kegiatan semacam ini bisa diperluas ke masjid-masjid lain di Desa Sotok dan Pengadang. “Sayang kalau masjid hanya ramai saat salat Jumat. Seharusnya bisa menjadi pusat pendidikan juga, terutama untuk anak-anak kita,” ujar salah satu warga.

Langkah Masjid Al-Ikhlas dan pengabdian Muhammad Ali menjadi cermin sederhana tentang bagaimana pendidikan agama yang konsisten dan menyeluruh dapat dilakukan bahkan dengan sumber daya terbatas. Di tengah keterbatasan, dedikasi tetap menjadi kunci utama. (*)

Berita Terkait

SWI Jabar Pertegas Fungsi Kontrol Sosial, Dorong Keterbukaan Informasi dan Kemitraan Media yang Berkeadilan
Koramil 03/Batealit Laksanakan Patroli dan Monitoring SPPG Pekalongan dalam Rangka Gertak
Turun ke Sawah, Babinsa Bugel Bersama Petani Perkuat Semangat Ketahanan Pangan
Jaga Kondusivitas Karimunjawa, Kodim 0719/Jepara Perkuat Komsos di Kantor KUPP
Kala Si Jago Merah Mengamuk, Prajurit Satria Citrosomo Pasang Badan Jinakkan Kobaran Api di Jantung Jepara
Dandim Bagikan Sembako untuk Warga Kurang Mampu Sambut HUT TNI dan Kodam IV/Diponegoro
Asap Hitam di Bumi Kartini: Aksi Gercep Prajurit Yonif 457/Satria Citrosomo Jinakkan Kobaran Api di Pabrik Jepara
Komisi III DPRD KBB Mediasi Sengketa Lahan Perumahan Subsidi, Warga Minta Pembangunan Dihentikan Sementara

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:01 WIB

Lapas Sibolga Panen 65 Kg Pakcoy, Wujudkan Pembinaan Kemandirian Berbasis Ketahanan Pangan

Minggu, 27 September 2026 - 07:53 WIB

Kapolda Riau Pimpin Sertijab Wakapolda, Irwasda, Karo SDM hingga Kapolres Jajaran

Minggu, 27 September 2026 - 06:02 WIB

Lapas Sibolga Gelar Razia Gabungan Bersama APH, 31 Kamar Hunian Diperiksa

Sabtu, 26 September 2026 - 14:52 WIB

Buka Jalan Masa Depan, Lapas Sibolga Fasilitasi Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan

Jumat, 25 September 2026 - 08:17 WIB

Klarifikasi Resmi Isu Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong: Kakanwil Ditjenpas Jabar Sebut Lokasi Tersebut Rumah Dinas Asimilasi

Kamis, 24 September 2026 - 19:34 WIB

DARI KEDELAI, LAHIR KETERAMPILAN!

Kamis, 24 September 2026 - 11:41 WIB

Perkuat Transformasi Digital, PTPN IV Raih Standar Internasional dan Tingkatkan Kematangan Tata Kelola TI

Rabu, 23 September 2026 - 19:03 WIB

Tampil Konsisten, Teh PalmCo Dominasi Penghargaan Utama National Tea Competition 2026

Berita Terbaru