Masyarakat Soroti Proyek Jalan Rp14,4 Miliar di Bandung, Diduga Ada Kongkalikong di Balik Pekerjaan

REDAKSI JAWA BARAT

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 21:22 WIB

50117 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung , kupastuntasnews.com – Pekerjaan pemeliharaan berkala jalan pada Ruas Jalan Banjaran – Pangalengan dinilai bermasalah. Proyek yang saat ini tengah berlangsung berdasarkan Paket Kontrak No. 75/PUPR.08.01/BM.6.4.2.2/PPK/PJJ/UPT-III/2025 tertanggal 25 Februari 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp14,49 miliar dan dikerjakan oleh PT Purna Graha Abadi, disebut tidak sesuai spesifikasi teknis.

Sejumlah kalangan masyarakat bahkan menduga adanya praktik “main mata” antara pihak pelaksana dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat melalui UPTD PJJ Wilayah III Jawa Barat. Dugaan itu muncul setelah berbagai catatan teknis hasil penelusuran awak media memperlihatkan banyaknya kejanggalan di lapangan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan Lapangan
Berdasarkan pantauan langsung, ditemukan beberapa indikasi penyimpangan teknis, antara lain:

1. Ketebalan aspal tidak konsisten. Pada beberapa titik hanya berkisar ±3–4 cm, diduga tidak sesuai standar minimal sebagaimana tercantum dalam Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 (Subbidang Perkerasan Aspal).

2. Perbaikan bahu jalan tidak merata. Sebagian ruas tidak dilakukan stabilisasi maupun pembenahan, sehingga dikhawatirkan mengurangi daya dukung badan jalan.

3. Material aspal diduga kurang optimal. Indikasi visual menunjukkan permukaan jalan tidak padat, mudah mengelupas, dan berpotensi cepat rusak.

4. Tidak dilakukan milling. Lapisan lama aspal tidak dikeruk sebelum overlay, padahal Permen PUPR No. 14/PRT/M/2020 mewajibkan persiapan permukaan agar ikatan antar lapisan maksimal.

5. Pengeleman (tack coat) tidak merata. Bahkan di sejumlah titik tidak terlihat adanya ikatan sama sekali, yang seharusnya menjadi syarat utama kesatuan struktur lapis perkerasan.

Desakan Pemeriksaan
Melihat kondisi tersebut, masyarakat bersama awak media mendesak Badan Pemeriksa Keuangan serta Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan melakukan investigasi. Langkah ini diperlukan agar persoalan ini terang benderang, tidak menimbulkan kerugian negara maupun masyarakat, serta memastikan semua pihak menjalankan tugas secara profesional dan amanah.

Namun hingga kini, meskipun surat konfirmasi resmi telah dilayangkan, pihak Dinas Bina Marga dan UPTD PJJ Wilayah III Jawa Barat belum memberikan respons maupun klarifikasi.
(Tim investigasi )

Berita Terkait

Koramil 03/Batealit Laksanakan Patroli dan Monitoring SPPG Pekalongan dalam Rangka Gertak
Turun ke Sawah, Babinsa Bugel Bersama Petani Perkuat Semangat Ketahanan Pangan
Jaga Kondusivitas Karimunjawa, Kodim 0719/Jepara Perkuat Komsos di Kantor KUPP
Kala Si Jago Merah Mengamuk, Prajurit Satria Citrosomo Pasang Badan Jinakkan Kobaran Api di Jantung Jepara
Dandim Bagikan Sembako untuk Warga Kurang Mampu Sambut HUT TNI dan Kodam IV/Diponegoro
Asap Hitam di Bumi Kartini: Aksi Gercep Prajurit Yonif 457/Satria Citrosomo Jinakkan Kobaran Api di Pabrik Jepara
Bareskrim Polri Ungkap Tiga Kasus Judi Online, Sita dan Bekukan Dana Puluhan Miliar*
Kondisi Bangunan Dikaitkan Penyimpangan Dana BOS, Kepala Sekolah SDN Bojongpandan Luruskan Fakta Pengelolaan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 09:19 WIB

Koramil 03/Batealit Laksanakan Patroli dan Monitoring SPPG Pekalongan dalam Rangka Gertak

Rabu, 23 September 2026 - 08:47 WIB

Turun ke Sawah, Babinsa Bugel Bersama Petani Perkuat Semangat Ketahanan Pangan

Selasa, 22 September 2026 - 12:22 WIB

Kala Si Jago Merah Mengamuk, Prajurit Satria Citrosomo Pasang Badan Jinakkan Kobaran Api di Jantung Jepara

Selasa, 22 September 2026 - 12:20 WIB

Dandim Bagikan Sembako untuk Warga Kurang Mampu Sambut HUT TNI dan Kodam IV/Diponegoro

Selasa, 22 September 2026 - 11:03 WIB

Asap Hitam di Bumi Kartini: Aksi Gercep Prajurit Yonif 457/Satria Citrosomo Jinakkan Kobaran Api di Pabrik Jepara

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:13 WIB

Komisi III DPRD KBB Mediasi Sengketa Lahan Perumahan Subsidi, Warga Minta Pembangunan Dihentikan Sementara

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Dari Bambu dan Karung Pasir, Warga Ngamprah Pertahankan Aliran Air untuk Sawah dan Kebun

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Batununggal Bergejolak: Warga Tuding Proyek Tower Lebih Mengutamakan Kepentingan Bisnis

Berita Terbaru