Kupastuntasnews.icu ,-
Mekarjaya, Cikalong Wetan – Dalam semangat keislaman yang kian menggelora, masyarakat Desa Mekarjaya menyelenggarakan peringatan Hari Besar Islam yang sekaligus dijadikan tasyakuran atas peresmian gedung desa. Acara yang digelar di kompleks pemerintahan setempat ini menjadi bukti nyata komitmen warga dalam membangun desa yang tidak hanya unggul secara infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga kokoh dalam fondasi spiritual.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, antara lain:
Kepala Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Wetan, Obar Sobarna, S.Pd,
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Mekarjaya, Ustadz Ujang Sumarna,
Aparat desa, Karang Taruna, serta
Peserta lomba dari seluruh Majelis Taklim di wilayah tersebut.
Acara ini diprakarsai oleh MUI Desa Mekarjaya bekerja sama dengan Pemerintah Desa Mekarjaya, sebagai wujud sinergi yang bertujuan meningkatkan kesadaran keagamaan sekaligus memperkokoh ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Mekarjaya, Obar Sobarna, S.Pd, menegaskan bahwa tasyakuran gedung ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat identitas dan persatuan warga desa.
“Kita ingin menjadikan Desa Mekarjaya sebagai desa unggul, tidak hanya dari sisi pembangunan infrastruktur, tetapi juga dalam keislaman. Tasyakuran gedung ini adalah simbol komitmen kita dalam membangun masyarakat yang harmonis, produktif, dan berakhlak mulia,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Dalam sesi wawancara pasca acara, Ketua MUI Desa Mekarjaya, Ustadz Ujang Sumarna, menambahkan harapan agar rangkaian kegiatan ini dapat berjalan lancar serta menjadi motivasi bagi seluruh warga.
“Melalui acara ini, kami berharap semangat keislaman dan gotong royong semakin tumbuh di hati setiap warga. Kami ingin momentum hari ini menjadi pemicu untuk terus mempererat tali silaturahmi dan bersama-sama mewujudkan Desa Mekarjaya menuju masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Acara semakin menginspirasi dengan tausyiah yang disampaikan oleh KH. Abdullah Arifin, yang menguraikan makna Ramadan sebagai momentum perbaikan diri dan peningkatan ibadah. Tausyiah beliau disambut antusias oleh hadirin, seiring dengan serangkaian lomba keagamaan yang turut menyemarakkan suasana. Di antaranya, lomba dakwah anak-anak santri, lomba tilawah, cerdas cermat Islam, dan hafalan ayat pendek yang memberikan wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu agama.
Kehadiran seluruh elemen masyarakat dalam acara ini menegaskan keyakinan bahwa kebersamaan dan nilai-nilai keislaman adalah kunci utama dalam mewujudkan Desa Mekarjaya yang harmonis dan sejahtera. Dengan antusiasme yang tinggi dan semangat persatuan yang kian menguat, momentum hari ini diyakini akan terus menginspirasi seluruh warga untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan desa sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-harinya.
Red Derry






































