Operasi Ketupat 2026 Mulai Berjalan, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Berbasis Teknologi

REDAKSI SULUT

- Redaksi

Jumat, 13 Maret 2026 - 05:52 WIB

5055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 mulai berjalan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 H. Operasi ini tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri berlangsung aman.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen. Pol Agus Suryonugroho mengatakan bahwa Operasi Ketupat telah dimulai setelah Kapolri memimpin Apel Gelar Pasukan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (12/3).

“Operasi Ketupat besok sudah dimulai dan malam ini sudah insert. Operasi ini bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, tetapi bagaimana Polri hadir memastikan momen sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri semuanya aman,” ujar Kakorlantas.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa dalam Operasi Ketupat 2026 terdapat lima klaster utama pengamanan, yakni jalan tol, jalan arteri, kawasan penyeberangan pelabuhan, simpul transportasi seperti terminal, bandara dan stasiun, serta tempat ibadah dan destinasi wisata.

“Semua skenario cara bertindak sudah dirumuskan bersama stakeholder. Harapannya Operasi Ketupat tahun ini dapat berjalan lebih baik dengan tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” jelasnya.

Selain pengamanan arus mudik, Polri juga menyiapkan berbagai fasilitas pelayanan bagi masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut menyerahkan bantuan kendaraan operasional kepada tiga Polda yang sebelumnya terdampak bencana.

“Setiap Polda mendapatkan 50 kendaraan untuk mendukung pelayanan Operasi Ketupat, termasuk di wilayah yang sulit dijangkau,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya menghadirkan petugas di jalan untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman hingga kembali ke tempat asalnya.

“Kehadiran anggota Polri harus menjamin masyarakat berangkat mudik dengan aman, sampai tujuan dengan aman dan bahagia, serta kembali juga dengan selamat,” ujarnya.

Dalam pengamanan arus mudik, Korlantas Polri juga memanfaatkan infrastruktur teknologi untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time. Pemantauan dilakukan menggunakan drone, kamera pemantau, hingga body camera yang digunakan oleh anggota di lapangan.

“Operasi Ketupat saat ini menggunakan dukungan teknologi. Kami memantau kondisi lalu lintas menggunakan drone dan perangkat lainnya untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” jelas Kakorlantas.

Terkait rekayasa lalu lintas, Agus menjelaskan bahwa penerapan contraflow dan one way akan dilakukan secara situasional berdasarkan parameter jumlah kendaraan yang terpantau melalui sistem traffic counting.

Sebagai contoh, apabila volume kendaraan di tol mencapai 5.500 kendaraan per jam, maka akan diterapkan contraflow lajur pertama. Jika jumlah kendaraan meningkat hingga 6.500 kendaraan per jam, maka contraflow akan diperluas hingga dua lajur.

“Jika kondisi masih padat, maka akan diberlakukan one way tahap pertama dari kilometer 70 hingga kilometer 236 menuju Jawa Tengah untuk mengurai kepadatan arus kendaraan,” katanya.

Selain di jalan tol, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan di sejumlah jalur wisata dan arteri. Di kawasan Gadog misalnya, akan diterapkan sistem one way menuju Puncak pada pagi hari saat akhir pekan dan dievaluasi kembali pada sore hari berdasarkan volume kendaraan.

Pengaturan serupa juga disiapkan di jalur Bogor–Sukabumi (Bocimi) hingga sejumlah titik rawan kepadatan lainnya, termasuk kawasan wisata di Malang Raya dan simpul pertemuan arus kendaraan di Mengkreng, Jawa Timur.

“Seluruh skenario rekayasa lalu lintas sudah kami siapkan melalui survei lapangan dan tactical floor game agar pelaksanaan Operasi Ketupat berjalan optimal,” pungkasnya.

Polri berharap melalui berbagai kesiapan tersebut, pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar serta menghadirkan mudik aman, keluarga bahagia bagi seluruh masyarakat.

(*Rusdi)

Berita Terkait

Majelis Taklim Al Fajar Munjul Wakili Jakarta Timur di Tingkat Provinsi DKI
Bareskrim Polri Ungkap Tiga Kasus Judi Online, Sita dan Bekukan Dana Puluhan Miliar*
Kondisi Bangunan Dikaitkan Penyimpangan Dana BOS, Kepala Sekolah SDN Bojongpandan Luruskan Fakta Pengelolaan
Kapolri: Jembatan Merah Putih Presisi Wujud Sinergi TNI-Polri Dukung Pembangunan dan Konektivitas Masyarakat*
Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat, Wujud Komitmen Polri Dorong Kreativitas dan Inovasi*
Tekan Transaksi Tunai dan Pungli, Lapas Sibolga Terapkan Transaksi Non Tunai dengan BRIZZI
Kapolri: Jaga Semangat Hoegeng, Lahirkan Hoegeng-Hoegeng Berikutnya*
Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit*

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:17 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Tiga Kasus Judi Online, Sita dan Bekukan Dana Puluhan Miliar*

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:23 WIB

Kondisi Bangunan Dikaitkan Penyimpangan Dana BOS, Kepala Sekolah SDN Bojongpandan Luruskan Fakta Pengelolaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Kapolri: Jembatan Merah Putih Presisi Wujud Sinergi TNI-Polri Dukung Pembangunan dan Konektivitas Masyarakat*

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat, Wujud Komitmen Polri Dorong Kreativitas dan Inovasi*

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Tekan Transaksi Tunai dan Pungli, Lapas Sibolga Terapkan Transaksi Non Tunai dengan BRIZZI

Minggu, 2 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Kapolri: Jaga Semangat Hoegeng, Lahirkan Hoegeng-Hoegeng Berikutnya*

Minggu, 2 Agustus 2026 - 05:27 WIB

Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit*

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:54 WIB

Kolaborasi Bersejarah: SWI dan UMJ Perkuat Kompetensi dan Pendidikan Wartawan Nasional

Berita Terbaru